Have an account?

Friday, July 30, 2004

Akhir yang Bahagia

Akhir yang Bahagia

Aku sudah cari bintang baru pakai teropongnya...
Dapat?
Nggak...karena nggak semua bintang mesti ada di langit.  Yang di sini sinarnya lebih terang dari yang lain... 
 
Dialog di atas dikutip dari epilog Biarkan Bintang Menari.  Seperti halnya film romantis lainnya, sebutlah saja Prince and Me, The Princess Diary, Eurotrip atau The Girl Next Door, atau seperti dongeng sebelum tidur yang sering dibacakan seorang ibu kepada anaknya, film ini juga berakhir dengan bahagia.  Kenapa setiap dongeng atau cerita romantis harus selalu berakhir dengan kebahagiaan?  Mengajarkan nilai positif bahwa hidup dijalani untuk mencapai kebahagiaan ataukah malah mengajak untuk bermimpi?  Entahlah...

Mengapa setiap dongeng atau cerita romantis harus berakhir dengan bahagia dan ditutup dengan impian-impian terwujud?  Sebagai pendongeng, saya tidak mempunyai jawabannya.  Tapi sebagai seorang pemimpi saya akan berkata Siapa yang ingin bangun di tengah malam dan mendapati langitnya tak berbintang?  Siapa yang ingin menjalani cerita hidup tanpa diakhiri kalimat bahagia sampai akhir jaman?  Bukan saya, dan yang pasti juga......bukan anda.

*Awal dan akhir dikutip dari Biarkan Bintang Menari...~~~
(Maaf, bukannya malas update, tapi lagi pusing dengan tugas akhir.)

No comments: